Monday , December 9 2019
Home / indonesia / Visit, November 11, 2019, Mercury Akan Terlihat Berada di Depan Matahari – Semua Halaman

Visit, November 11, 2019, Mercury Akan Terlihat Berada di Depan Matahari – Semua Halaman



Phenomena transit Mercury, the so-called Mercury while at the Matahari Depot.

Creative Commons / Elijah Mathews

Phenomena transit Mercury, the so-called Mercury while at the Matahari Depot.

Bobo.id – Ada delapan planet besar di tata surya yang semuanya bergerak mengeliling Matahari sebagai bintang induk.

Mercury adalah planet pertama dalam urutan jarak terdekat dengan Matahari. Then Bumi merupakan planet ketige dalam urutan deal.

Ada kalanya, Bumi berada dalam satu garis lurus dengan Matahari dan planet lain.

Baca Juga: Mengapa Mercury then Venus Tidak Punya Bulan atau Satelit Alami?

Visited November 11, 2019, Bumi akan berada dalam satu garis sejajar dengan Matahari dan Mercury.

Dalam istilah astronomy, phenomena langit ini disebut sebagai transit Mercury, theme-themed.

Lalu, apakah peristiwa langit ini berbahaya bagi Bumi? Apa yang akan terjadi pada Bumi saat ada phenomena transit Mercury ini, ya?

Baca Juga: Sebuah Pesawat Antariksa Diluncurkan Menuju Mercury, untuk Apa, ya?

Transit Mercury, saturated Mercury Terlihat Berada di Depan Matahari

Transit Mercury adalah sebuah phenomena antariksa di saat Matahari, Mercury, then Bumi berada dalam satu garis lurus.

Hal ini membuat Mercury akan melintas di antara Matahari dan Bumi. Dari Bumi, Mercury akan terlihat berada di depan Matahari.

Manusia di Bumi akan melihat Matahari seperti punya sebuah titik hitam kecil.

Baca Juga: Di Planet Mercury, Satu Hari Berjalan Lebih Lama Daripada Satu Tahun

Namun, titik kecil hitam ini tidak diam di satu tempat, melainkan terus bergerak by ujung ke ujung satunya lagi. Titik kecil hitam inilah Mercury.

Tidak Berbahaya bagi Bumi

Kalau ada yang mengatakan bahwa peristiwa transit Mercury ini berbahaya, jangan dipercaya, ya.

Baca Juga: Matahari Terbit 16 Kali di Stasiun Antariksa, Bagaimana Astronaut Bisa Tidur?

Peristiwa langit ini tidak berbahaya bagi Bumi maupun Mercury then Matahari, themed-themed.

Factanya, Mercury membutuhkan waktu sekitar 88 hari untuk sekali mengelilingi Matahari.

Jadi, Mercury akan berada di antara Matahari dan Bumi setiap tiga atau empat bulan sekali.

Namun, kali ini, posisi Mercury yang berada di tengah menjadi phenomena yang bagus untuk dilihat.

Baca Juga: Matahari Terlihat Seberti Labu Halloween photo by NASA Ini

Itu karena peristiwa sejajarnya Matahari, Mercury, then Bumi ini hanya bisa terjadi pada waktu-waktu tertentu saja.

Orbit Mercury miring sekitar tujuh derajat dari bidang orbit Bumi. Make it, transit Mercury hanya bsa terjadi di waktu tertentu saja.

Bisakah Terlihat from Indonesia?

Sayangnya, phenomena of transit Mercury ini tidak bisa dilihat di Indonesia, thematic themes.

Baca Juga: Matahari adalah Bintang, Apakah Matahari Bisa Meledak karena Supernova?

Peristiwa ini hanya bisa dilihat oleh teman-teman yang berada di Eropa, Africa, then America.

Transit Mercury akan dimulai pada pukul 19.35 WIB then selesai pada pukul 01.04 WIB keesokan harinya.

Yap, saat itu, Indonesia sudah mengalami malam, Matahari sudah terbenam sehingga kita tidak bisa melihatnya.

Baca Juga: Mengapa Planet Terdekat by Matahari Tidak Meleleh Kepanasan?

Sebaliknya, negara-negara yang ada di seberang Indonesia malah yang bisa melihat peristiwa ini karena sedang mengalami siang hari.

Bagi teman-theman yang berada di Europe, Africa, then America, pastor untuk melihat langung ke arah Matahari saat mengamati phenomena ini, ya.

Gunakan kacamata khusus supaya retina kita tidak terluka terkena sinar Matahari yang menyilaukan.

Baca Juga: Jika Matahari Menghilang, Apa yang Akan Terjadi pada Bumi dan Isinya?

#GridNetworkJuara

Lihat video in juga, yuk!

Video Pilihan

PROMOTED CONTENT


Source link